Setrika listrik merupakan salah satu peralatan rumah tangga yang hampir selalu digunakan setiap hari. Perannya penting untuk menjaga pakaian tetap rapi dan nyaman dipakai. Karena sering digunakan, risiko kerusakan pun menjadi hal yang wajar terjadi.
Memahami jenis kerusakan setrika listrik akan membantu kita melakukan penanganan lebih cepat. Dengan begitu, alat tidak semakin parah dan biaya perbaikan bisa ditekan. Bahkan beberapa masalah ringan dapat diatasi sendiri di rumah.
Sebelum membahas kerusakan, ada baiknya memahami cara kerja setrika listrik terlebih dahulu. Prinsipnya sederhana, yaitu mengubah energi listrik menjadi panas. Panas inilah yang kemudian digunakan untuk merapikan serat kain.
Saat arus listrik mengalir, elemen pemanas di dalam setrika akan menjadi panas. Suhu tersebut diatur oleh thermostat agar tidak berlebihan. Ketika suhu sudah mencapai batas yang ditentukan, aliran listrik akan terputus sementara.
Begitu suhu mulai turun, thermostat akan kembali menyambungkan listrik ke elemen pemanas. Proses ini terjadi berulang selama setrika digunakan. Karena itulah suhu relatif stabil sesuai pengaturan.
Di dalam setrika listrik terdapat beberapa bagian penting. Komponen utamanya antara lain elemen pemanas, thermostat, alas pemanas, kabel, dan lampu indikator. Masing-masing memiliki fungsi yang saling berkaitan.
Elemen pemanas berperan menghasilkan panas ketika dialiri listrik. Thermostat bekerja sebagai pengendali suhu otomatis. Sementara alas setrika menjadi media penghantar panas ke pakaian.
Kabel dan steker bertugas menyalurkan listrik dari sumber daya. Lampu indikator biasanya menyala saat proses pemanasan berlangsung. Dari lampu ini pengguna bisa mengetahui apakah setrika sedang aktif atau tidak.
Salah satu kerusakan yang paling sering terjadi adalah setrika tidak panas sama sekali. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kabel putus, elemen pemanas rusak, atau thermostat bermasalah. Tanpa arus yang mengalir dengan baik, panas tentu tidak akan terbentuk.
Kabel yang sering dilipat atau tertarik dapat menyebabkan serabut di dalamnya putus. Dari luar mungkin terlihat baik-baik saja, tetapi listrik tidak tersalurkan. Ini termasuk kerusakan yang paling umum ditemui.
Selain kabel, elemen pemanas yang sudah tua juga bisa mati. Biasanya terjadi karena usia pakai atau kualitas material yang menurun. Jika ini terjadi, komponen harus diganti.
Thermostat pun dapat mengalami kegagalan fungsi. Akibatnya setrika tidak mampu membaca suhu dengan tepat. Bisa jadi setrika tidak panas, atau malah terlalu panas.
Masalah berikutnya adalah setrika terlalu panas dan membuat pakaian gosong. Ini sering terjadi saat thermostat macet dan tidak memutus arus listrik. Panas terus meningkat tanpa kontrol.
Penyebab lain bisa karena pengguna memilih pengaturan suhu yang tidak sesuai jenis kain. Bahan tipis tentu membutuhkan panas lebih rendah. Kesalahan kecil ini bisa merusak pakaian favorit.
Kerusakan yang juga sering muncul adalah lampu indikator mati. Padahal setrika sebenarnya masih bekerja. Hal ini biasanya disebabkan bohlam kecil di dalamnya putus.
Meski terlihat sepele, lampu indikator penting sebagai penanda keamanan. Tanpanya, pengguna sulit mengetahui kapan suhu sudah siap. Akibatnya risiko overheat menjadi lebih tinggi.
Pada setrika uap, masalah lain yang sering muncul adalah lubang uap tersumbat. Endapan air atau kotoran dapat menghambat keluarnya uap. Lama kelamaan performa setrika menurun.
Air yang tidak bersih menjadi penyebab utama penyumbatan. Penggunaan air keran dengan kandungan mineral tinggi dapat meninggalkan kerak. Karena itu pemilihan air juga perlu diperhatikan.
Untuk mencegah berbagai kerusakan tersebut, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Pertama, gunakan setrika sesuai petunjuk pemakaian. Jangan memaksakan alat bekerja melebihi kemampuannya.
Hindari menggulung kabel terlalu kencang setelah digunakan. Kebiasaan ini dapat merusak bagian dalam kabel. Simpan dengan rapi agar tidak mudah tertarik.
Membersihkan alas setrika secara rutin juga penting. Sisa kain yang menempel bisa mengganggu penghantaran panas. Selain itu, tampilannya pun menjadi kurang nyaman dilihat.
Untuk setrika uap, biasakan mengosongkan tangki setelah dipakai. Jangan biarkan air mengendap terlalu lama. Cara ini cukup efektif mencegah timbulnya kerak.
Jika setrika tidak panas, cobalah periksa dari bagian paling sederhana terlebih dahulu. Pastikan stop kontak berfungsi dan kabel tidak longgar. Kadang masalahnya sangat sepele namun sering terlewat.
Bila ditemukan kabel rusak, sebaiknya segera diganti. Jangan mencoba menambal dengan isolasi seadanya. Risiko korsleting bisa membahayakan.
Apabila thermostat atau elemen pemanas yang bermasalah, perbaikannya membutuhkan pembongkaran. Jika tidak yakin, lebih aman membawanya ke teknisi. Penanganan yang tepat akan memperpanjang umur alat.
Untuk alas yang kotor atau lengket, gunakan kain lembut saat membersihkan. Hindari benda kasar yang dapat merusak lapisan. Perawatan rutin membuat panas tetap merata.
Pada akhirnya, setrika listrik adalah perangkat yang cukup sederhana namun vital. Perhatian kecil dalam penggunaan akan berdampak besar pada keawetannya. Semakin baik dirawat, semakin jarang pula mengalami kerusakan.
Dengan memahami cara kerja serta bagian-bagian setrika listrik, kita bisa lebih peka terhadap gejala awal masalah. Langkah pencegahan pun dapat dilakukan sebelum kerusakan semakin serius. Hal ini tentu lebih hemat waktu dan biaya.
Merawat setrika sebenarnya tidak sulit jika sudah menjadi kebiasaan. Gunakan dengan bijak dan selalu utamakan keselamatan. Dengan begitu, pakaian rapi dan alat pun tahan lama.